Sabtu, 15 Juni 2013

Mengenal Sistem Penanggalan Dalam Islam

Tidak lama lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang pada tahun 2013 ini diperkirakan jatuh pada tanggal 8 atau 9 Juli. Kadang saya bertanya, mengapa tahun lalu kita berpuasa Ramadhan di bulan Juni, lalu tahun ini kita berpuasa di bulan Juli? Apakah yang mendasari perhitungan awal Ramadhan yang menjadi bulan suci bagi umat Islam. Mengapa tidak setiap bulan Agustus atau setiap bulan Juli saja kita melaksanakan ibadah puasa?

Ternyata ada 2 sistem penanggalan yang familiar bagi kita. 
Pertama, Penanggalan Kalender Masehi. Penanggalan ini yang kita gunakan sehari-hari dan berlaku secara internasional di mana sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Pada penanggalan kalender Masehi ini, kita mengenal 12 bulan, yaitu :
1. Januari
2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
9. September
10. Oktober
11. November
12. Desember

Kedua, penanggalan kalender Hijriah. Sistem penanggalan ini yang digunakan oleh umat Islam di mana sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Pada sistem penanggalan ini pun terdapat 12 bulan, yaitu :
  1. Muharram 
  2. Safar 
  3. Rabiul awal 
  4. Rabiul akhir 
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir 
  7. Rajab 
  8. Sya'ban 
  9. Ramadhan 
  10. Syawal 
  11. Dzulkaidah 
  12. Dzulhijjah 
Dari blogreligius saya dapatkan informasi bahwa Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:

    al-Ahad (Minggu)
    al-Itsnayn (Senin)
    ats-Tsalaatsa' (Selasa)
    al-Arba'aa / ar-Raabi' (Rabu)
    al-Khamsatun (Kamis)
    al-Jumu'ah (Jumat)
    as-Sabat (Sabtu)

Dari kedua sistem penanggalan tersebut, dapatkah kita katakan keduanya benar atau salah satunya pasti yang benar? Kalau menurut saya, pasti salah satunya yang benar karena bulan, bumi, & matahari hanya satu sehingga perhitungan waktu yang paling tepat pasti hanya satu di antara sekian sistem penanggalan yang ada.

Sebagai seorang muslimah, saya tertarik untuk lebih mengenal sistem kalender hijriah karena saya yakin Islam adalah agama yang sempurna sehingga segala sesuatu yang diajarkan di dalamnya pastilah sebuah kebenaran.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Subhanallah....
Ternyata dalam kitab suci Al Quran pun telah dijelaskan tentang penentuan waktu ini.Ya iyalah, secara Allah SWT lah yang menciptakan semuanya dan mengatur alam semesta beserta isinya.


Dari wikipedia saya dapatkan informasi bahwa Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).

Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.


Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).
Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.
 
Kalender Hijriah, menggunakan patokan peredaran bulan sebagai perhitungannya. Sehingga kalender Hijriah juga bisa disebut sebagai kalender Qomariah (bulan). Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan patokan peredaran bumi mengelilingi matahari. Kalender Masehi juga dapat disebut kalender Syamsiyah (matahari).

Bagaimana awalnya umat Islam mengenal sistem penanggalan ini? Yuk kita simak info yang saya dapatkan dari Fitrianto's Blog.

• Penentuan kapan dimulai tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak Zaman Pra-Islam dan sistem ini direvisi pada tahun ke 9 proide Madinah.

• Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenalan sistem kalender berbasis campuran antara Bulan(Komariah) maupun Matahari ( Syamsiyah).

• Pada waktu itu, sebelum dikenan penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Nabi Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah”, karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekah oleh pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman ( Salah satu propinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia)

• Pada era Nabi Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-taubah, yang melarang menambahkan hari pada sistem penanggalan. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya tahun1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Nabi Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam, Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad. 

• Akhirnya pada tahun 638 M(17 H), Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan(interkalasi) dalam priode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tangal 16 juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang mengunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H.
 
Alhamdulillah...akhirnya bisa paham dengan sistem penanggalan yang ada. Dan setelah membaca uraian di atas, apakah kita sependapat tentang sistem penanggalan yang benar?