Senin, 19 Agustus 2013

Caraku Memblokir Telepon & SMS yang Mengganggu

Pernahkah menghadapi teror telepon atau SMS yang sangat mengganggu? Saya mengalaminya minggu lalu. Rasanya sangat tidak nyaman. Telepon terus berdering, ketika diangkat tidak ada jawaban, ditutup berdering lagi, diangkat langsung dimatikan, ditutup ehhh.....nelpon lagi.

Tidak lama kemudian, SMS masuk isinya "napa tlpku g dangkat?"
Pasti orang iseng nih, jadi cuekin aja.
Lalu masuk lagi SMS dari 858 bahwa nomor telepon tersebut minta dikirimkan pulsa. WHATT !!!

Awalnya saya biarkan saja, toh nantinya akan bosan sendiri karena tidak saya tanggapi telepon & SMS tersebut. Tapi lama-kelamaan jadi terganggu juga, apalagi telepon & SMSnya terus masuk. Tidak mungkin HP saya off kan meskipun di kantor karena anak-anak sering menelepon dari rumah, juga teman & keluarga yang lain.

Akhirnya saya coba minta bantuan mbah google gimana caranya memblokir nomor telepon tertentu agar tidak masuk panggilannya di nomor telepon kita.
Dari website Blackberry saya temukan caranya, cukup download call control blacklist lite.

Fungsinya untuk mencegah Panggilan Telepon menjengkelkan dan yang tidak diinginkan! Call Control Blacklist adalah membuat panggilan yang efektif, aplikasi yang menghalangi panggilan yang tidak diinginkan dan memungkinkan Anda mengontrol privasi Anda!

Balok komunitas laporan Spam telepon secara otomatis!
Call Control Blacklist adalah sarat dengan Blacklist Komunitas yang dihasilkan dari laporan Komunitas dan keluhan FCC.

Call Control Blacklist Verizon Wireless Terpilih menjadi Pemenang App! Anda dapat men-download secara gratis!

Fitur Call Control Lite:

- Panggilan Diblokir Tidak dering!
- Pickup dan modus Hangup, panggilan tidak ke Voicemail
- 100 Komunitas Blacklist (CB) Penelepon Contoh - Dapatkan Pro untuk Blacklist Kendali!
- Gratis Otomatis CB Pembaruan
- Blacklist Pribadi dan Buku putih - Menambahkan nomor secara manual (5 entri batas Lite)
- Blok oleh Area code
- Blok Penelepon Pribadi & tidak diketahui
- Blacklist, lookup dan laporan panggilan langsung dari call log
- Call log menunjukkan Panggilan Diblokir
- Privasi modus (3 pilihan)
- Panggilan tunggu blocking didukung.
Langsung deh saya manfaatkan aplikasi ini, apalagi Gratis untuk masa percobaan 14 hari. Lumayaaann, biar si peneror atau orang iseng itu sibuk sendiri deh, tidak mengganggu saya lagi. 

Akhirnya saya bisa tenang, tapi saya tidak yakin bahwa aplikasi ini akan memblokir SMS dari orang iseng itu, kan namanya hanya call control, artinya panggilan saja kan.

So, sekali lagi minta tolong mbah google buat memblokir SMS dari nomor tertentu.
Ternyata ada layanan dari Telkomsel (kebetulan saya pakai kartu AS) untuk mengatur SMS yang masuk di nomor HP kita sesuai kebutuhan, termasuk memblokir SMS yang tidak diinginkan.
5 Fitur SMS pro yang menarik meliputi :

         1. Auto Reply / Out-of-Office SMS
Pelanggan akan secara otomatis membalas SMS yang masuk sesuai keinginannya. Pelanggan juga dapat memilih 10 nomor yang tidak akan dikirimkan auto-reply)
Contoh: Pelanggan A mengirimkan SMS kepada pelanggan B. Namun karena pelanggan B mengaktifkan autoreply, pelanggan A akan menerima balasan SMS “Maaf, saya sedang berada di luar daerah, saya akan menghubungi anda setelah kembali. Terima kasih”
2. SMS Copy
Pelanggan dapat mengirimkan SMS yang diterimanya langsung ke nomor lain. (Maksimum 10 nomor lain)
Contoh: A mengirimkan ke B lalu SMS di-copy ke C. Maka SMS akan diterima oleh pelanggan B dan pelanggan C

3. SMS Divert
Pelanggan dapat mengalihkan SMS yang diterima nya ke nomor lain yang dimiliki pelanggan. Maksimum pelanggan memiliki 10 nomor lainnya
Contoh: A mengirimkan ke B lalu SMS akan di-divert ke C. Maka SMS akan diteruskan dan hanya akan diterima oleh pelanggan C.

4. SMS Black List
Pelanggan dapat menolak SMS dari 10 nomor pelanggan lain yang ada di dalam daftar, sehingga SMS tidak akan mengganggu.
Contoh: Pelanggan A tidak mau menerima SMS dari pelanggan B dan C. Maka ketika pelanggan B atau C mengirimkan SMS, pelanggan A tidak akan menerima SMS di dalam inbox nya. Pelanggan B dan C tidak akan mengetahui bahwa SMS tersebut tidak masuk ke pelanggan A

5. SMS White List
Pelanggan dapat membuat daftar nomor yang dapat mengirimkan SMS kepadanya. (Maksimum 10 nomor pelanggan di dalam daftar)
Contoh: A memasukkan B1,B2,B3,B4,B5,B6,B7,B8,B9,B10 ke dalam daftar SMS whitelist nya. Maka ketika C mencoba untuk mengirimkan SMS, SMS tersebut tidak akan masuk ke dalam inbox pelanggan A.   
Caranya ketik MENU lalu sms ke 2255
dan ikuti petunjuknya sesuai pilihan layanan yang ingin anda gunakan. Karena saya hanya ingin memblokir SMS si peneror tadi, jadi saya pilih SMS blacklist.

Tapi layanan ini khusus untuk sesama pengguna operator Telkomsel. Nah, kebetulan si penelpon iseng itu pakai kartu Telkomsel juga, jadi klop deh. Dapat solusinya, bisa tenang kembali tanpa terganggu orang iseng itu lagi.

Trims Mbah Google hehehe......

Minggu, 28 Juli 2013

Serunya Bulan Ramadhan tahun ini, Tapi ga ada kamu ga aseeeekkkkk !!!

Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, tepatnya tahun 1434 H, versi pemerintah jatuh pada tanggal 10 Juli 2013. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali terjadi perbedaan pendapat antara para ulama & pemuka agama tentang awal Ramadhan. Ada yang meyakini awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 8 juli, 9 juli, ada juga yang dengan mantap mengatakan bahwa hilal belum terlihat sampai tanggal 9 juli petang atau belum mencapai ketinggian 2 derajat sehingga awal Ramadhan jatuh pada tanggal 10 juli.

Sebagai masyarakat awam, tentu hal ini membuat saya bingung, mau ikut yang mana? Semua punya alasan dan dasar tentang penentuan awal Ramadhan yang artinya menjadi awal puasa yang hukumnya wajib bagi ummat muslim. Akhirnya saya memutuskan ikut keputusan pemerintah saja, toh kita dihimbau untuk ikut ulil amri kan? Lagi pula, dengan peralatan dan kemampuan yang lebih canggih yang dimiliki pemerintah saat ini tentu lebih mudah untuk melihat datangnya bulan baru. Walaupun semua merasa benar dalam penentuan awal Ramadhan, yang jelas saya merindukan saat-saat semua ummat muslim di Indonesia bisa 1 kata dalam penentuan awal Ramadhan. Kapan ya???

Tidak seperti Ramadhan tahun-tahun kemarin, kali ini jelas terasa berbeda karena saya tidak bisa menjalankan ibadah puasa bersama suami tercinta yang sedang study di Jepang. Meski demikian, karena perbedaan waktu Matsuyama Makassar hanya selisih 1 jam, masih memungkinkan saya & suami saling mengingatkan untuk bangun sahur melalui Whatsapp atau Line, dan share menu buka puasa di sore hari. Maaf ya, kadang saya bikin ngiler karena menu buka puasa di Makassar pastinya penuh dengan makanan khas kesukaan suami seperti pisang ijo, es teler, es buah, kolak pisang, pallu butung plus sirop DHT nya yang pasti tidak ada di Matsuyama hehehe....

Minggu pertama Ramadhan, saya & anak-anak berusaha untuk selalu shalat isya & tarawih berjamaah di mesjid. Mesjid Komp IDI yang megah, bersih dan nyaman membuat jemaah selalu betah menjalankan ibadah shalat di sana. Sayang sekali suasana khidmat ini sering terganggu dengan suara petasan yang dinyalakan anak-anak di dekat mesjid. Saya prihatin melihat generasi muda bangsa ini, di saat orang-orang berlomba-lomba beribadah, mereka malah asyik main petasan & mengganggu orang yang sedang ibadah. Tidak bisakah hal ini ditertibkan oleh aparat? Masa mereka tidak mendengar suara-suara petasan itu? Hmmm, Entahlah....

Minggu kedua Ramadhan, Davia tetap kuat puasa, Dandy sudah mulai loyoooo.... Saya tidak bisa memaksanya untuk terus puasa mengingat umurnya baru 6 tahun, kan masih latihan puasa. Apalagi mereka sudah mulai masuk sekolah, oh iya saat ini adalah tahun ajaran baru di mana Davia naik kelas 6 SD dan Dandy baru masuk kelas 1 SD, tentu berbeda ketika masih libur awal puasa di mana mereka bisa istirahat saja di rumah. Mulai terasa capeknya karena jam pulang kantor yang sedikiiiiiit saja kurangnya. Kalau biasanya pulang kantor jam 17.00, sekarang selama Ramadhan berubah jam 16.30. Mana sempat masak untuk buka puasa kalau begini. Jadi, yaaaa...beli takjil saja deh sepulang kantor. Tapi Dandy masih semangat ke mesjid untuk shalat isya & tarawih. Kayaknya semangatnya karena di sana banyak teman-temannya untuk main, bukannya untuk shalat. Beberapa kali saya coba nasehati untuk tetap tenang di dalam mesjid agar tidak mengganggu orang yang sedang shalat, tapi namanya anak-anak ketemu teman-temannya, jadinya ya lari-lari & main saja terus...Hufftt !

Minggu ini, saya coba jalan-jalan ke Mall Karebosi Link, siapa tau dapat baju baru dengan harga masih terjangkau dan belum sesak dengan orang-orang seperti saat menjelang lebaran. Tau kan, menjelang lebaran toko-toko suka pasang harga selangit apalagi baru-baru ini BBM naik. Mau ga beli baju baru rasanya ga sah gitu deh lebarannya hehehe, "kayak anak-anak saja" kata suami saya. Akhirnya saya dapat juga, yang susah itu saat carikan baju buat mammi. Ampuuuuunnnn deh, yang sesuai seleranya harganya serba selangit. Katanya ga usah belikan Mammi baju kalau yang murahan, weleh weleh, ternyata ada yang lebih kekanak-kanakan dari saya hahahaha....Please deh mam, THR belum keluar nih. Akhirnya dapat juga baju yang sesuai "taste" beliau, meskipun terpaksa narik lagi di ATM. Daripada dikutuk jadi batu gara-gara sepotong baju lebaran, gimana doooong???

Memasuki minggu ketiga, Ups! halangan datang, so ga bisa puasa seperti biasa. Maklum, penyakit perempuan yang selalu datang tiap bulan. Ternyata 2 orang temanku di kantor juga lagi dapeettt, jadinya kita sering janjian makan siang sembunyi-sembunyi hehehe. Karena tidak puasa, tidak ke mesjid untuk shalat, kumanfaatkan untuk menjahit gorden. Gorden di rumah kayaknya sudah tidak layak, ada yang robek, dan ada yg sudah kelihatan usang. Setelah membeli kain, saya mulai menjahit yang ternyata kelihatan simple tapi bikin capek juga. Pantas nih kalau tukang jahit kadang minta ongkos jasa kadang lebih mahal dari harga kainnya. Tapi karena kerjaan ini sudah dimulai, jadi harus kuat sampai selesai. Dan akhirnyaaaa, jadi juga gorden buatanku sendiri. Puas dehhh, meskipun keliatan kalo yang jahit masih amatiran, setidaknya bisa irit ongkos jahit hehehe.
Di akhir minggu ketiga, kabar baik datang. THR sudah nangkring di rekening, Alhamdulillah... Saatnya beli bahan kue. Sebenarnya rencana awal hanya mau beli yang jadi saja, tapi rasanya ga pernah cocok di lidah. Ada siihhh yang bagus, tapi muahhhaaaal jg. Kalo kemampuan cuma bisa beli 2 toples, itu sih jatah untuk si Bondeng Davia saja. Mumpung masih "dapet", gorden juga sudah terpasang, yuk kita bikin kue.

Karena mammi yang jadi ketua tim, jadi saya & davia harus ikut instruksinya. Artinya bahan-bahan kue ditimbang pakai gelas coklat, bukan pakai timbangan seperti biasa. Katanya ini cara orang-orang dulu & rasanya juga tidak kalah enak. Ya sudahlah, karena mammi ketua tim jadi kita ikuuuttt saja deh. Pas semua sudah siap, Astagaaaa !!! si mixer tiba-tiba hilang. Sudah dicari di setiap lemari ga dapat-dapat, mana yaaa??? Apa ada yang pinjam tak kembali? Akhirnya, diputuskan untuk beli saja daripada capek carinya. Ini nih, pengeluaran tak terduga hiks..hiks...

Davia dapat bagian mencetak model kue. Karena baru belajar, jadilah model kuenya tidak seragam. Ada yang besar, kecil, sedang, alamat bikin susah ngaturnya nanti di toples nih. Tapi demi menghargai Davia yang mau belajar, lagian kan sudah anak gadis jadi harus pintar, ya sudahlah. Jangan liat modelnya, tapi rasanya doong (angkat jempol) hehehe...
Saya dapat bagian memanggang kue dalam oven dan menyusunnya dalam toples. Lumayan gampang-gampang susah juga, apalagi yang kue coklat itu, susah juga memastikan apa sudah matang atau belum. Akhirnya, selesai juga urusan kue, dan rasanya mantap dehhh meskipun modelnya ga karuan. Tidak sia-sia mammi diangkat jadi ketua tim hehehe....

Memasuki minggu keempat, baru ingat kalau anak-anak belum beli baju lebaran. Harus malam ini (kayak lagu saja), karena minggu depan persiapan mudik lebaran ke Siwa. Besok pasti ga ada waktu karena sudah mulai masuk kerja lagi. Setelah mengingat, menimbang, akhirnya memutuskan untuk belanja baju anak-anak di sebuah toko di Mall Panakukang saja. Selain dekat dari rumah, modelnya juga up to date. Saya cari baju anak yang murah meriah untuk Dandy, yang diskon saja, ehhh, Dandy ga mau. Ternyata dia punya "taste" sendiri dan pas liat harganya, glek... mahal amat untuk sebuah baju anak-anak. Ini nih keturunannya mammi sama persis "taste" belanja bajunya, maunya yang bagus-bagus pas giliran bayarnya lirik ke saya semua hehehe. Davia sedikit nurut jadi tidak susah mendapatkan baju untuknya. Pokoknya buat dia yang penting nyaman dipakai. Good girl !
Tidak terasa waktu sudah lewat  pukul 10 malam ketika meninggalkan mall. Capeeeeekkkk deh, tapi anak-anak puas sudah dapat baju lebaran. Tiba di rumah langsung molor semua hehehe...

Hari ini pas tanggal 29 Juli, Papa sudah ada di bandara Internasional Kansai Osaka Jepang, menunggu pesawat yang akan membawanya pulang ke Indonesia. Tidak sabar rasanya bisa berkumpul kembali, merayakan hari raya Idul Fitri bersama. Hati-hati di jalan pa, semoga selamat & sehat sampai di tanah air, doa kami menyertai....jangan lupa oleh-olehnya yaaaa xixixixixi











Sabtu, 15 Juni 2013

Mengenal Sistem Penanggalan Dalam Islam

Tidak lama lagi umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang pada tahun 2013 ini diperkirakan jatuh pada tanggal 8 atau 9 Juli. Kadang saya bertanya, mengapa tahun lalu kita berpuasa Ramadhan di bulan Juni, lalu tahun ini kita berpuasa di bulan Juli? Apakah yang mendasari perhitungan awal Ramadhan yang menjadi bulan suci bagi umat Islam. Mengapa tidak setiap bulan Agustus atau setiap bulan Juli saja kita melaksanakan ibadah puasa?

Ternyata ada 2 sistem penanggalan yang familiar bagi kita. 
Pertama, Penanggalan Kalender Masehi. Penanggalan ini yang kita gunakan sehari-hari dan berlaku secara internasional di mana sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Pada penanggalan kalender Masehi ini, kita mengenal 12 bulan, yaitu :
1. Januari
2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
9. September
10. Oktober
11. November
12. Desember

Kedua, penanggalan kalender Hijriah. Sistem penanggalan ini yang digunakan oleh umat Islam di mana sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Pada sistem penanggalan ini pun terdapat 12 bulan, yaitu :
  1. Muharram 
  2. Safar 
  3. Rabiul awal 
  4. Rabiul akhir 
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir 
  7. Rajab 
  8. Sya'ban 
  9. Ramadhan 
  10. Syawal 
  11. Dzulkaidah 
  12. Dzulhijjah 
Dari blogreligius saya dapatkan informasi bahwa Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:

    al-Ahad (Minggu)
    al-Itsnayn (Senin)
    ats-Tsalaatsa' (Selasa)
    al-Arba'aa / ar-Raabi' (Rabu)
    al-Khamsatun (Kamis)
    al-Jumu'ah (Jumat)
    as-Sabat (Sabtu)

Dari kedua sistem penanggalan tersebut, dapatkah kita katakan keduanya benar atau salah satunya pasti yang benar? Kalau menurut saya, pasti salah satunya yang benar karena bulan, bumi, & matahari hanya satu sehingga perhitungan waktu yang paling tepat pasti hanya satu di antara sekian sistem penanggalan yang ada.

Sebagai seorang muslimah, saya tertarik untuk lebih mengenal sistem kalender hijriah karena saya yakin Islam adalah agama yang sempurna sehingga segala sesuatu yang diajarkan di dalamnya pastilah sebuah kebenaran.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Subhanallah....
Ternyata dalam kitab suci Al Quran pun telah dijelaskan tentang penentuan waktu ini.Ya iyalah, secara Allah SWT lah yang menciptakan semuanya dan mengatur alam semesta beserta isinya.


Dari wikipedia saya dapatkan informasi bahwa Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata siklus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).

Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.


Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).
Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.
 
Kalender Hijriah, menggunakan patokan peredaran bulan sebagai perhitungannya. Sehingga kalender Hijriah juga bisa disebut sebagai kalender Qomariah (bulan). Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan patokan peredaran bumi mengelilingi matahari. Kalender Masehi juga dapat disebut kalender Syamsiyah (matahari).

Bagaimana awalnya umat Islam mengenal sistem penanggalan ini? Yuk kita simak info yang saya dapatkan dari Fitrianto's Blog.

• Penentuan kapan dimulai tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak Zaman Pra-Islam dan sistem ini direvisi pada tahun ke 9 proide Madinah.

• Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenalan sistem kalender berbasis campuran antara Bulan(Komariah) maupun Matahari ( Syamsiyah).

• Pada waktu itu, sebelum dikenan penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Nabi Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah”, karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekah oleh pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman ( Salah satu propinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia)

• Pada era Nabi Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-taubah, yang melarang menambahkan hari pada sistem penanggalan. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya tahun1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Nabi Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam, Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad. 

• Akhirnya pada tahun 638 M(17 H), Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan(interkalasi) dalam priode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tangal 16 juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang mengunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H.
 
Alhamdulillah...akhirnya bisa paham dengan sistem penanggalan yang ada. Dan setelah membaca uraian di atas, apakah kita sependapat tentang sistem penanggalan yang benar?

Senin, 20 Mei 2013

Jalan-jalan ke Ehime Prefectural Science Museum, Jepang


Masih dalam rangka golden week di Jepang, tanggal 6 Mei 2013, saya, suami, dan Dandy jalan-jalan ke Niihama untuk mengunjungi Planetarium yang ada di sana. Mau ikut??? Yuuuukkk.....

Ehime Prefectural Science Museum berada di Niihama. Niihama berada di wilayah utara Shikoku, di bagian timur prefektur Ehime, Jepang. Niihama diselimuti oleh pegunungan di selatan dan timur, bukit-bukit di barat, dan Laut Pedalaman Seto di utara. Transportasi yang kami gunakan adalah kereta express. Dari Matsuyama JR Stasion, butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk tiba di Niihama. Oh iya, sebelum naik kereta jangan lupa beli tiket kereta di dalam stasion.
Karena saya lupa foto, saya copy foto punya orang saja ya, semoga tidak marah hehehe


Begitu penampakan mesin tempat beli tiket kereta. Bagaimana cara penggunaannya? Wah, maaf saya juga tidak tahu karena suami saya yang beli. Itupun dia harus minta tolong petugas stasiun karena masih bingung.
Tapi jangan takut untuk bertanya, di Jepang dijamin tidak ada yang bakal memberi informasi abal-abal, mereka akan berusaha memberikan informasi selengkap-lengkapnya, kalau perlu sampai diantar deh. Baik sekali ya. Iya, dan tanpa pamrih.

Setelah membeli tiket kereta, saatnya antri di tempat yang sudah ditentukan di tiket. Jangan salah ya, bisa nyasar ke tempat lain lohh. Dan jangan telat apalagi lelet karena kereta di Jepang sangat tepat waktu.



Dandy bukannya ikut antri malah asyik foto-foto dengan maskot stasiun kereta



Penampakan bagian depan keretanya seperti ini.


Badan keretanya sepanjang ini. Kereta ini khusus untuk melayani rute antar kota atau antar kabupaten.


Setelah keretanya tiba di depan mata, langsung naik ya, trus cari tempat duduk yang nyaman. Kursinya bisa diputar, jadi kalau berempat atau bertiga kayak rombongan saya bisa duduk berhadap-hadapan. Ini foto-foto kami di atas kereta




Keretanya melaju dengan cepat. Terus terang saya agak mual, apalagi belum sempat sarapan tadi pagi. Maklum, di Makassar tidak ada kereta api. Tapi lama-lama jadi terbiasa juga dan bisa menikmati pemandangan di luar.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya tiba di stasiun kereta Niihama sekitar pukul 12 siang. Stasiun keretanya seperti ini, tapi ini foto waktu pulang soalnya tidak sempat foto pas tiba hehehe


Kami dijemput teman suami saya yang juga berasal dari Makassar. Dia melanjutkan study D3 Teknik Material di sini setelah lulus dari SMA Unggulan Tinggi Moncong Malino. Pantas masih muda hehehe

Kami diajak ke rumah temannya dulu untuk makan siang. Okelah, kebetulan sudah lapar nih. Tiba di rumah temannya yang ternyata orang Jepang, kami disambut dengan ramah dan hangat. Seperti biasa, foto-foto dulu ahh sebelum makan siang


Hada san, terima kashi ya atas jamuan makan siangnya. Biarpun baru kenal, tapi mereka sangat baik dan ramah. Senang deh bisa berkenalan dengan anda dan kawan-kawan. Terima kasih juga untuk souvenirnya.
Waktunya pamit menuju Ehime Prefectural Science Museum. Sayonaraaa


Akhirnya tiba juga di Ehime Prefectural Science Museum sekitar pukul 3 sore


Dari brosur dan web Japan Atlas, saya dapatkan informasi bahwa Ehime Prefektur Science Museum ini dibuka pada bulan November 1994. Lima bangunan di kompleks yang luas yang dirancang oleh arsitek Jepang yang terkenal di dunia, Kisho Kurokawa. Komplek ini terdiri dari ruang masuk berbentuk kerucut yang melambangkan mekanisme alam dan manusia mengejar ilmu pikiran, ruang pameran kubik, dua bangunan berbentuk bulan sabit yang restoran rumah dan ruang belajar masing-masing, dan planetarium hemispherical. Bangunan-bangunan ditandai dengan bentuk geometris yang berbeda dan dinding eksterior mereka terbuat dari bahan yang berbeda menciptakan suasana semi-futuristik.


Museum ini menawarkan sebuah planetarium dengan diameter 30 meter (98 kaki) yang merupakan terbesar di dunia, dan lebih dari 25.000 bintang dapat diproyeksikan ke layar kubah besar planetarium ini  untuk dinikmati pengunjung dengan kapasitas 300 kursi.
Wahh...hebat ya.

Tapi sebelum menikmati indahnya bintang-bintang & jagad raya, yuk jalan-jalan mengitari museumnya dulu. Di sana ada penjelasan tentang awal mula terbentuknya bumi, bagaimana planet-planet mengitari matahari, bagaimana awal mula manusia mempelajari penanggalan, dan lain sebagainya. Pokoknya, yang haus ilmu pengetahuan alam, dijamin puas deh berkeliling museum ini.












Ada juga replika dinosaurus yang menyerupai ukuran aslinya, ehh..bisa bergerak juga setiap 10 menit. Banyak anak-anak berlarian karena takut, dikiranya dinosaurus beneran hahahaha....


Setelah puas mengitari setiap sudut museum, waktunya ke Planetarium. Melintasi jalan melingkar ini menuju ke puncak.


Memasuki planetarium serasa masuk ke bioskop. Tapi ruangannya berbentuk lingkaran dan tidak ada layar lebar seperti di bioskop. 
Kami memilih tempat duduk dan siap menikmati pertunjukan.


Ruangan lalu menjadi gelap gulita dan tampil dilayar aturan untuk tidak mengambil gambar, merekam, dan merokok selama pertunjukan berlangsung. Ups!!, tau aja kalau saya sudah siap-siap dengan kamera. Terpaksa urung niat mengambil gambar, maaf ya...

Kursi yang saya duduki direbahkan seperti posisi setengah berbaring sehingga pandangan otomastis terarah ke atas langit-langit ruangan yang gelap gulita. Tiba-tiba jutaan bintang berkelap kelip di atas sana, persis ketika malam hari ketika kita melihat ke langit luas. Perlahan-lahan, tubuh saya serasa diangkat semakin dekat dengan bintang-bintang itu sambil mendengarkan penjelasan tentang rasi-rasi bintang yang kami lalui. Melalui planet-planet dan seakan bertamasya mengikuti rotasinya mengelilingi matahari. Betul-betul serasa nyata menikmati rasanya terbang ke luar angkasa.

Setelah itu, perlahan-lahan kami seolah-olah diantarkan kembali ke bumi, melintasi awan-awan putih dan melihat laut dan benua yang ada di bumi yang kami tuju. Semakin dekat...semakin dekat...dan akhirnya kami tiba di sebuah daerah pegunungan yang sejuk. Di sebelahnya ada sungai dan burung-burung di alam bebas.
"Di sinilah bumi, tempat kita tinggal. Mari kita menjaga lingkungan dan kelestarian alam agar udara sejuk ini dapat terus kita hirup"
Begitu kurang lebih kata-kata yang diucapkan pemandu, sekaligus menutup pertunjukan ini.

Lampu-lampu pun kembali menyala dan kami secara tertib meninggalkan ruangan planetarium dengan penuh rasa senang yang tak terkatakan. Fresh juga rasanya setelah mengelilingi jagad raya, meskipun hanya dalam planetarium.

Sekarang saatnya pulang, bis terakhir ke stasiun 10 menit lagi tiba.....
Bye Bye.....Sayonara, terima kasih buat Alex & kawan-kawannya yang menemani kami menikmati hari berkesan ini. Unforgetable moment.

 


Rabu, 08 Mei 2013

Pengalaman Sekolah Taman Kanak-Kanak di Matsuyama, Jepang

Masih segar dalam ingatan ketika pertama kali Ahmad Dzakwan Riskandy (Dandy) (6 tahun), anak saya yang kedua, pertama kali menginjakkan kaki di sebuah Yochien (Taman Kanak-Kanak) di Dogo Matsuyama Jepang. Namanya Dogo Houk Koen.

Sebelumnya, Pagi-pagi saya sudah sibuk menyiapkan bekal untuk makan siang Dandy di sekolah, di Jepang mereka sebut bento. Hal ini sudah biasa saya lakukan sewaktu Dandy sekolah di TKIT Wihdatul Ummah Makassar. Ada nasi, kentang goreng, ayam goreng, & air minum. Saya juga membawa kasur kecil, baju tidur, platik tempat baju kotor, handuk, dan serbet. Tidak seperti di Indonesia, Taman Kanak-Kanak di sini dimulai dari pagi sampai sore sehingga anak-anak harus membawa bekal dan tentu saja kasur kecil tadi untuk tidur siang. Dandy pun sepertinya bersemangat sekali akan memulai hari pertamanya sekolah.
Karena pengalaman pertama, saya masih repot untuk mengantar Dandy sendiri dengan kasur kecilnya itu. Akhirnya, suami saya pun harus ikut mengantar, bukan saja karena repot dengan bawaannya Dandy, tapi saya tidak tahu harus bicara apa ketika sampai disana. Saya belum bisa bahasa Jepang, sementara suami saya yang memang study di sini, sudah lumayan bisa berkomunikasi dalam bahasa Jepang, meskipun kadang masih terbata-bata hehehe.

Ini Sekolah Taman Kanak-Kanak tempat Dandy sekolah


Tempat memarkir sepeda di depan sekolah Dandy. Yahh, kami mengantarnya dengan sepeda, makanya saya bilang agak repot kalau saya seorang diri yang antar karena sudah lamaaaaaa sekali saya tidak naik sepeda, agak kaku rasanya, mana harus bawa kasur kecil pula.


Apalagi jalannya ada yang mendaki, bikin ngos-ngosan saja. Tapi lumayan menghangatkan badan karena waktu itu cuaca di Matsuyama masih dingin, sekitar 10oC. Suami saya sering memberi semangat kalau saya berhenti di jalan, "ganbatte" katanya, Semangat !!! hehehe.

Di depan pintu masuk sekolah, ada penjelasan dan pajangan menu makan siang untuk hari ini. Jadi setiap hari berubah-ubah. Orang tua bisa melihat menu makan siang & snack sore anak-anak mereka, mungkin kalau ada anak yang alergi atau tidak bisa makan dengan menu itu, bisa disampaikan ke pihak sekolah.


Sampai di sekolah, kami diantar menuju ruangan kelas Dandy. Oh iya, saya kagum sekali dengan suasana sekolah ini, sangat bersih dan teratur. Setiap berpapasan dengan sensei (guru) atau orang tua murid lainnya, pasti mereka mengucapkan salam "ohaio gozaimase", artinya selamat pagi sambil membungkukkan badan. Perasaan kaku saya lansung lumer, suasananya langsung hangat dan menyenangkan. Sepatu harus dibuka sebelum masuk dan di taruh di tempat/rak sepatu yang sudah disediakan. Rak sepatu untuk anak-anak diberi label sesuai nama mereka, begitu juga Dandy. Disediakan juga sendal rumah untuk orang tua yang harus dipakai di dalam ruangan. Kelas Dandy ada di lantai 2. Di ujung tangga lantai 2 ada pintu besi dengan pengait di bagian atas. Pintu ini adalah pengaman agar anak-anak tidak turun ke lantai bawah, dan pengaitnya di bagian atas agar tidak terjangkau oleh anak-anak. Kelas Dandy berada di sebelah kanan dari ujung tangga. Di sampingnya ada toilet untuk anak-anak, lucu sekali menurut saya. Dan lagi-lagi, sangat bersih !!

Di depan kelas ada semacam jemuran, ternyata untuk menggantung serbet masing-masing anak. Jadi setiap murid harus membawa serbet yang akan digunakan setelah cuci tangan. 

Sampailah Dandy di kelasnya, disambut sensei yang sangat ramah. Tapi sayang, dia tidak bisa bahasa inggris dan saya pun tidak bisa bahasa jepang. Suami saya lah yang akhirnya harus mendominasi pembicaraan. Sensi lalu memeriksa tas Dandy, dia mengeluarkan bekal bento yang kami bawa. Dia katakan bahwa seharusnya kami hanya membawa nasi putih saja karena lauk pauk, snack sore, dan air minum disediakan di sekolah. Syukurlah kalau begitu, tugas saya di pagi hari jadi lebih ringan hehehe.

Sensei juga menjelaskan bahwa di depan kelas dekat tempat serbet tadi ada absen murid. Orang tua harus mengisi sendiri absen tersebut berdasarkan jam datang dan pulangnya nanti. Tidak perlu repot lirik-lirik jam tangan deh, karena di atas meja itu juga ada jam digital dan pulpen. Pokoknya, tinggal tulis. Tapi...ups, namanya Dandy yang mana ya? secara tulisan kanji semua. Ini dia penampakan namanya Dandy, seperti yang tertulis di ID Card nya. Hehehe, lucu ya....
"Hi Dandy kun. Ohaio gozaimas. Genki desu ka?" tanya sensei, yang artinya hai anak Dandy. Selamat pagi. Apa kabar? sehat kan? kun menunjukkan anak laki-laki, kalau anak perempuan cang, begitu penjelasan suami saya.


Nah, setelah penjelasan dari Sensei, saya harus meninggalkan Dandy di sekolah. Ehhh, tiba-tiba Dandy nangis. Mungkin dia merasa asing dengan suasana di sekolahnya. Apalagi dia tidak paham apa yang dikatakan senseinya. Beberapa teman-teman sekolah Dandy menghampiri, mengajak Dandy main, lagi-lagi dalam bahasa Jepang, hehehe....maaf ya, Dandy tidak mengerti.
Aduhh, rasanya saya tidak tega meninggalkan Dandy di sekolah dalam keadaan seperti itu. Saya khawatir besok dia tidak mau lagi ke sekolah. Keceriaannya pagi tadi berubah jadi tangisan dan histeris, terus menarik baju saya melarang saya pulang. Sensei berusaha membujuk Dandy yang terus memeluk saya. Dia berbicara kepada saya yang tentu saja saya tidak paham. Suami saya yang menerjemahkan, katanya tidak apa-apa, semua anak-anak asing rata-rata seperti itu di hari pertama sekolah. Saya diminta pulang saja, nanti mereka yang tangani. Anak-anak aman di sini, katanya.
Saya bisikkan di telinga Dandy " Dandy jangan nangis, sebentar sore mama jemput. Nanti kita mampir di taman untuk main luncuran". Lalu saya meninggalkan Dandy masih dalam keadaan menangis dalam pelukan senseinya.
Di sepanjang jalan pulang, saya tidak banyak bicara. Pikiran saya masih tertuju pada Dandy. Is he okay there??? Tapi suami saya berusaha meyakinkan bahwa dia baik-baik saja. Yahh, i hope so. Suami saya berbelok ke arah kampusnya, dan saya meneruskan perjalanan kembali ke apato. Kami janjian bertemu sebentar sore di depan kampus untuk bersama-sama menjemput Dandy. Tidak sabar rasanya lekas sore agar saya segera menjemput Dandy.

Begitu waktu menunjukkan pukul setengah 4 sore, saya bergegas menuju depan kampus. Di sana, suami saya sudah menunggu dan kami beriringan naik sepeda ke arah Dogo untuk menjemput Dandy. Saya lihat suami saya membawa bungkusan kecil berisi snack dan coklat. Hehehe, pasti itu buat Dandy deh.

Sampai di sana, beberapa orang tua pun sudah berdatangan menjemput anaknya. Seperti sebuah tradisi, saling bertegur sapa rasanya wajib setiap kali bertemu dengan orang tua murid yang lainnya, juga dengan sensei yang lain. "konichiwa" artinya selamat siang.
Tiba di depan kelas Dandy, murid-murid sedang menikmati snack sore, seorang sensei membersihkan ruangan yang tadi dipakai anak-anak tidur siang. Kasur kecil yang mereka pakai sudah digulung kembali dan saatnya menikmati snack sore di atas meja dan kursi-kursi kecil yang menurut saya sangat lucu. Karena saya sudah menjemput, Dandy pun beranjak dari tempat duduknya sementara sensei lainnya menyiapkan barang-barang Dandy. 


Ehh, Dandy ternyata tidak menangis lagi. Malah dia riang gembira dan kembali ceria. Saya jadi penasaran bagaimana cara sensei membujuk Dandy ya. Saya kenal sekali Dandy, dia tidak bisa dipaksa untuk menyukai sesuatu. Jadi kalau dia gembira begini, berarti dia suka di sekolahnya. Wahhh...senangnya.
Tapi masih penasaran, bagaimana bisa??? tadi pagi saya tinggalkan masih nangis-nangis, pas saya jemput jadi ceria begini. Wah, sensei hebat !! two thumbs for you.
Mereka memang sangat profesional dengan pekerjaannya. Mereka memperlakukan anak-anak seperti anak sendiri sehingga anak-anak nyaman di sekolah. Di Taman Kanak Kanak di Jepang, anak-anak tidak menerima pelajaran teori di kelas seperti layaknya di Indonesia. Betul-betul merupakan tempat bermain dan di sinilah mereka mulai ditanamkan sikap sopan, tertib, dan disiplin. Tidak heran kalau akhirnya mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik karena sudah dilatih sejak kecil.  Saya perhatikan, para sensei mengajarkan untuk selalu memberi salam dan bertegur sapa kepada orang sekitar, mengajarkan hidup sehat dan bersih, teratur waktu makan, tidur, & bermain. Menjaga alam sekitar. Bahkan masuk di toilet pun mereka diajarkan untuk membersihkan toilet setelah mereka gunakan. Jadi, toiletnya tidak pernah kotor.

Nih, Dandy bergaya depan tanjakan ke sekolahnya waktu pulang sekolah hehehe


Bangunan di belakang Dandy, itulah sekolahnya. Tempat saya berdiri mengambil gambar ini adalah tempat parkir sepeda. Hari-hari berikutnya, saya sendiri yang mengantar Dandy, tidak perlu diantar suami lagi, biar pun saya selalu tidak mengerti apa yang dikatakan sensei Dandy. Cukuplah kami pakai bahasa isyarat kalau ada yang penting untuk disampaikan. Setiap hari jumat, saya selalu bersama suami menjemput Dandy karena kasur kecilnya dibawa pulang lagi berhubung sabtu minggu sekolahnya libur.


***********************************

Akhirnya, hari ini, tanggal 8 Mei 2013, saya dan suami mengantar Dandy ke sekolah untuk berpamitan kepada senseinya. Saya dan Dandy harus kembali ke Indonesia. Masa cuti saya di kantor sudah berakhir, dan Dandy pun harus persiapan masuk Sekolah Dasar di Indonesia. 
Tidak lupa, Foto-foto dulu dengan sensei di kelas Dandy. Saya tidak tahu harus memberi apa kepada sensei sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan. Untungnya di apato masih ada kopi asli Indonesia, jadi itu saja yang saya bawa untuk oleh-oleh buat sensei.



Ini nih teman kelasnya Dandy yang sangat lucu dan sangat gaul. Setiap orang pasti disapanya dengan ramah, juga dengan senyumnya yang manis


Terima kasih banyak sensei. Arigato gosaimas. Dandy sangat senang bisa sekolah di sini. Ini akan jadi pengalaman paling berharga buat Dandy & tidak akan terlupakan....

Sampai di pintu gerbang sekolah, seorang staf sekolah ternyata sudah menunggu kami. Mereka memberi salam dan mengucapkan selamat tinggal. Dia juga mengucapkan terima kasih atas oleh-oleh kopi Indonesia dari kami. Wahh, rupanya senseinya Dandy lincah sekali segera mengabari staf sekolah bahwa kami pamit dan membawa oleh-oleh. Dan dengan cepat mereka sudah menunggu di depan pintu gerbang sekolah mengucapkan "sayonara"

Ini foto kami bersama staf sekolah tersebut 


Betul-betul kami merasa sangat dihargai di sini dengn sikap mereka yang sangat ramah, meskipun kepada orang asing seperti kami yang berbeda agama dan budaya. Tidak heran negeri ini disebut negeri damai.

Sayonara sensei dan Dogo Houk Koen....Saya dan Dandy banyak dapat pengalaman baru di sekolah ini. Arigato gosaimasta.

Saatnya pulaaaaaaang



Dan karena suami saya masih ada urusan di kampus, kami berpisah di depan kampus lagi setelah gantian sepeda hehehe. Saya dan Dandy pulang ke apato, siap-siap kepak barang untuk kembali ke Indonesia.


See you at the next story...bye bye.








Selasa, 26 Februari 2013

Dunia kerjaku yang terjal & berliku, namun indah. PT IKI Pasti Bangkit !!!

Tahun 2005 sd 2011 adalah saat-saat PT IKI mati suri. Menjadi penting buat saya karena di situlah tempat kerja saya setelah lulus dari Teknik Perkapalan Unhas tahun 2003.

Dengan status sudah menikah, punya anak 1, lulusan teknik perkapalan, tidak luas lapangan pekerjaan yang bisa saya jangkau. Saya pun tidak berani bermimpi untuk "merantau" keluar Makassar seperti kebanyakan teman-teman saya satu alumni.

Bulan Mei 2004, saya diterima kerja di PT IKI. Sebuah perusahaan galangan kapal plat merah milik BUMN. Pertama kali di tempatkan di Bagian Pemasaran Unit Galangan Makassar. Saya banyak bertemu alumni Teknik Perkapalan tahun 80 an. Saya menjadi salah satu yang temuda di kantor ini. Tempat kerja yang nyaman, tidak ada tekanan, dan karyawan/ti ramah seperti keluarga sendiri.
Bulan pertama menjadi saat-saat adaptasi mengenal dunia kerja, bersosialisasi dengan banyak orang yang berhubungan dengan dunia kerja. Jumlah Karyawan 200 orang ditambah subkontraktor yang jumlahnya tidak sedikit.

Sampai pada akhir bulan menjelang saat-saat gajian. Saya sempat bertanya pada salah seorang teman tanggal berapa bisanya gajian? Tapi jawaban yang saya terima cukup mengejutkan "kalau ada uang". Nah lhoooo....

Akhirnya tanggal 1 pun tiba, tidak ada aktifitas gajian seperti yang saya bayangkan, dan tidak ada yang gelisah seperti saya. Ada apa ini? Sepertinya semua sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Baru saya tahu setelah pasang kuping sana sini & menggunakan ilmu analisa sendiri untuk menyimpulkan, bahwa ternyata kantor ini harus kerja keras, bahkan sangat keras untuk dapat menggaji karyawannya. Tidak jelas gajian tanggal berapa, pun kalau terima gaji kadang harus dicicil. Masya Allah.

Suami saya hanya senyum-senyum ketika saya curhat setiba di rumah. "Sudahlah mam, jalani saja dulu. Hitung-hitung dapat pengalaman kerja" katanya tetap mensupport. Saya jadi malu menceritakannya pada adik dan mammi saya. Apa kata dunia??? Jadi saya tetap mentraktir mereka ketika mereka anggap saya sudah terima gaji pertama hehehe.

Waktu pun terus berlalu dengan kondisi yang semakin memburuk ternyata, dan anehnya saya jadi terbiasa dengan dengan keadaan ini. Mungkin begitulah juga teman-teman yang lain waktu saya bingung dengan sikap mereka. Akhirnya terbiasa, tidak punya daya untuk melakukan perubahan karena kondisi industri maritim di Indonesia memang sedang terpuruk. Tidak ada order pembangunan kapal baru, sehingga praktis pemasukan perusahaan hanya mengandalkan reparasi kapal dan perbengkelan. Sementara main bisnis perusahaan ini adalah Shipbuilding.
Kalau tahu begitu, kenapa karyawan di sini banyak sekali? Ternyata dulunya ada proyek besar pengadaan Kapal Ikan Mina Jaya yang jumlahnya puluhan kapal, kerjasama dengan Spanyol dan pembiayaan PANN Multi Finenace sehingga ada perekrutan besar-besaran. Tapi sayangnya proyek ini kandas diterpa badai krisis moneter tahun 1997 dan meninggalkan pilu di hati karyawan/ti. Pelan-pelan kegiatan produksi semakin menurun diikuti dengan kondisi keuangan perusahaan yang terus merosot.

Tidak banyak yang bisa kami lakukan selain bertahan hidup. Kisah-kisah pilu derita karyawan pun dimulai. Ada yang harus rela ditinggal istri karena ekonomi keluarga carut marut, ada yang harus bolak balik menghadap kepala sekolah anaknya untuk meminta kebijakan pembayaran sekolah, ada yang harus main "petak umpet" dengan penagih kredit atau debt collector, bahkan tidak sedikit yang harus menangis ketika ada anggota keluarganya yang sakit dan butuh perawatan di rumah sakit.
Sungguh masa-masa yang sulit, tapi kondisi ini terus menumbuhkan rasa persaudaraan yang tinggi di antara kami sehingga setiap duka menjadi duka bersama. Dewan Direksi pun tidak henti-hentinya berusaha dan meminta bantuan untuk menyelamatkan perusahaan ini.

Beberapa karyawan terpaksa keluar atau mengundurkan diri dari kantor untuk mencari kehidupan yang lebih baik karena kondisi ini belum pasti dimana ujungnya sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Tentu tidak sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan di galangan lain ataupun menjadi konsultan independen dengan bekal pengalaman kerja di PT IKI selama puluhan tahun.
Sampai pada akhir 2011, sepertinya menjadi puncak penderitaan. Management terpaksa mengambil kebijakan untuk meliburkan atau merumahkan karyawan selama hampir 1 bulan. Tidak ada alasan yang jelas dan tidak ada lagi kekuatan untuk bertanya kenapa??? Semua pasrah menerima dan mencoba mencari jalan keluar sendiri sendiri untuk tetap bisa bertahan hidup.

Di rumah ketika saya menjalani "libur panjang" ini, tiba-tiba telepon berdering. Dari seorang teman yang mengabarkan bahwa Menteri BUMN yang baru Bapak Dahlan Iskan merombak Dewan Direksi PT IKI. Terpilih :
1. Bapak Harry Sampurno Kuffal sebagai Direktur Utama menggantikan Bapak Abdul Rakhman Caing.
2. Bapak S.A Bandung Bismono sebagai Direktur Pemasaran dan Perencanaan Proyek menggantikan Bapak Hasanuddin B Nur.
3. Bapak Ahril Abdullah sebagai Direktur Teknik menggantikan Bapak Laode Asmar Parsan.
4. dan Bapak Aurelius Larope tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Maka beredarlah kabar ini melalui sms, bbm, facebook dll di antara teman-teman. Rasa penasaran pun muncul, bagaimanakah sosok dewan direksi bentukan Bapak Dahlan Iskan ini? Mampukah mereka membawa perubahan di PT IKI? Langkah-langkah seperti apa yang akan mereka ambil? Akankah ada PHK? Beribu tanda tanya inilah yang akhirnya memaksa kami kembali menginjakkan kaki di kantor meskipun dalam status "Diliburkan".

Akhirnya kesempatan untuk melihat langsung direksi baru pun terwujud. Yang menarik perhatian adalah Bapak Harry yang menjadi Dirut, beliau masih muda, penuh semangat, dan punya wajah putih bersih. Sesekali tersenyum menandakan keramahan & ketulusannya.
Tapi masih ada ragu-ragu dalam hati kami, mampukah beliau? Masih muda lhooo. Kemudian langkah-langkah yang beliau tempuh tidak luput dari perhatian saya. Beberapa akan saya coba tuliskan, bukan sebagai pengamat atau sebagai ahli, tapi hanya sebagai staf biasa yang bisa memantau kulit luarnya saja. Yang beliau lakukan tentu lebih hebat dari apa yang bisa saya tuliskan.

Langkah awal, menghidupkan kembali budaya disiplin kerja yang sudah lama ditinggalkan karyawan. Datang dan pulang kantor sesuai waktu yang sudah ditentukan. Bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi. Tidak ada yang keberatan, karena peraturan ini berlaku mulai dari pejabat sampai staff, tidak ada yang diistimewakan.

Kedua, beliau mengumpulkan aspirasi, masukan, keluhan, dan semua pendapat dari seluruh karyawan, tidak terkecuali dari golongan akar rumput. Baik itu melalui forum Duduk Bersama Berbagi Ilmu (DBBI) maupun berbincang langsung dengan karyawan. Mungkin inilah yang jadi pertimbangan beliau untuk melakukan mutasi, perbaikan management & membawa semua divisi berjalan pada koridornya masing-masing. Tidak ada lagi kepentingan lain selain untuk membenahi PT IKI.

Ketiga, mendandani PT IKI. Tercipta kegiatan jumat bersih dimana seluruh karyawan bahkan beliau sendiri terlibat dalam "mempercantik" halaman kantor & halaman produksi. Rumput yang sekian lama hidup bebas menjalar sesuka hati di halaman kantor & produksi dibabat habis. Sampah yang awalnya terbiasa nangkring dimana-mana pun dienyahkan. Bahkan parkiran kendaraan di areal kantor pun jadi tertata rapi. Sungguh elok kelihatan. Perubahan yang tercipta dari gotong royong, yang membawa semangat baru bagi karyawan. Di sini pula tercipta yel-yel yang selalu menyemangati karyawan "PT IKI PASTI BANGKIT!!!".

Keempat, membuka tabir PT IKI yang selama ini tidak dikenal orang. Mencoba menggalang kerja sama beberapa pihak dalam hubungan bisnis yang sehat. Entah karena melihat kondisi PT IKI sekarang yang lebih baik, management perusahaan yang lebih terarah, penawaran kerja sama datang dari berbagai arah. Namun yang pasti, tangan Tuhan lah sebenarnya yang bicara. Inilah hasil dari doa-doa panjang & kesabaran karyawan.  Setelah melalui derita panjang, tentu terasa sangat nikmat keadaan ini. Tidak henti-hentinya rasa syukur dipanjatkan.

Kelima, inilah yang paling diharapkan dan ditunggu-tunggu karyawan, gajian. Tidak ada janji-janji akan dibayarkan atau tidak dari beliau tentu membuat kami berharap-harap cemas. Tapi alangkah indahnya ketika ternyata diserahkan gaji sebulan penuh, yang biasanya dicicil, entah kapan dibayar, sekarang tepat tanggal 1 awal bulan sudah ada di tangan. Alhamdulillah. Selanjutnya gaji dialihkan melalui Bank BRI & tiap-tiap karyawan memiliki rekening sendiri. Banyak kisah lucu dibalik pembukaan rekening ini karena ternyata ada beberapa yang belum paham menggunakan kartu ATM. Ada yang tertelan kartunya karena beberapa kali salah memasukkan PIN, ada yang istrinya marah-marah karena minta uang bukan kartu & tidak mengerti cara menggunakannya, dan lain-lain. Tapi sekarang semua sudah mahir kayaknya hehehe. Sebagai mitra kerja sama, BRI menyediakan ID Card kepada masing-masing karyawan. Inilah yang menjadi identitas bagi kami yang selama ini tidak pernah digunakan lagi.

Keenam, konsisten dalam setiap perbuatan dan keputusan yang diambil. Saya yakin semua keputusan yang dibuat pasti sudah dipikirkan matang-matang dampaknya sehingga nyaris tidak ada revisi.. Semua jelas dan tegas. Kadang terkesan arogan, tapi disinilah titik awal beliau disegani, sebagai pemimpin yang tegas, konsisten, dan berpihak pada kebenaran.

Bapak Dahlan Iskan pun beberapa kali melakukan kunjungan ke PT IKI. Pernah beliau datang di subuh hari ketika karyawan belum ada di kantor. Berjalan mengitari lapangan produksi & memuji kondisi PT IKI yang sudah banyak berubah. Lebih cantik tentunya.

Setelah delapan bulan kebersamaan dengan direksi baru tentu ikatan emosional juga semakin erat. Apalagi semua dapat perlakuan adil. Tidak ada satu pun kesuksesan yang luput dari pujian & tidak satu pun kesalahan yang bisa lepas dari sanksi. Meskipun ada riak-riak kecil, tapi semua bisa diatasi dengan musyawarah dan kekeluargaan.
Sayang sekali, ketika tiba-tiba ada kabar bahwa Bapak Harry Sampurno Kuffal harus meninggalkan PT IKI dan mendapat tugas baru sebagai direktur utama di PT Dahana. Seakan-akan Tuhan akan mencabut nyawa PT IKI, derai air mata & kesedihan karyawan sangat mendalam yang sudah terlanjur "jatuh cinta" pada pimpinannya. Mengapa secepat itu? kami masih butuh tangan hangat beliau untuk membelai PT IKI.

Kalau biasanya saya sering kesal kalau diminta tampil di depan umum untuk mejadi protokol dsb, kali ini saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk membacakan kesan dan pesan dari karyawan pada acara pisah sambut Direksi. Teks yang diberikan bagian Humas, mohon maaf saya rombak sedemikian rupa jadi mirip curahan hati saya. Kapan lagi saya punya kesempatan indah ini untuk mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah beliau lakukan untuk PT IKI.
Begini naskah pesan & kesan yang saya sampaikan :


Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Selamat sore dan salam sejatera.
Yang kami hormati, Bapak Komisaris PT IKI
Yang kami muliakan Bapak Direksi PT IKI
Yang kami banggakan Bapak Fajar Harry Sampurno Kuffal & Nyonya
Seluruh karyawan karyawati, Bapak2 & Ibu2 yang sempat hadir dalam acara ini.

Hadirin yang berbahagia,
Sungguh tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sudah 8 bulan kebersamaan kita dinakhodai oleh jajaran Direksi baru. Begitu banyak pengalaman, pelajaran dan pengetahuan yang telah kami dapatkan. Semuanya itu sangat berguna bagi kami.

Kini, akhirnya hari perpisahan itu tiba. Meskipun kami sadari bahwa. pelaksanaan pergantian direksi pada suatu lembaga BUMN adalah sudah merupakan hal yang lumrah dan merupakan realisasi dari kebijaksanaan pemerintah, namun rasa sedih & haru pasti tetap mewarnai hati kami selaku karyawan/ti PT IKI dalam acara pisah sambut Direksi kali ini.
Bagaimana tidak, pertama kali Bpk F. Harry Sampurno Kuffal selaku Dirut menginjakkan kaki di PT IKI, yang ditemui di sini adalah karyawan/ti yg sdh hampir putus harapan, tidak semangat kerja, tidak percaya diri, bahkan nyaris tidak yakin bahwa PT IKI akan bangkit.
Mungkin Bpk Dirut bisa merasakan tatapan & sikap kami waktu pertama kali ke PT IKI, sinis & acuh tak acuh. Bahkan beberapa di antara kami mencibir dan kurang yakin bahwa Bapak yg Nampak masih muda & sangat enerjik bisa menstabilkan PT IKI yg sudah oleng tanpa membawa bantuan dana dari pemerintah.

Tapi betapa kami salut bahwa sikap kami itu ditanggapi dengan ramah, senyuman, dan kelembutan dari Bapak. Tidak banyak bicara tapi banyak bertindak. & yg paling kami hargai adalah sikap konsisten Bapak dalam segala kebijakan positif yg diambil sehingga kami malu hati sendiri. Dorongan semangat, kerja sama, sikap peduli sungguh menciptakan kembali rasa memiliki PT IKI dalam hati kami.

Dan terlebih lagi, sejak kedatangan Bapak, gaji yang sebelumnya kami terima setengah-setengah bahkan kadang harus melalui aksi-aksi demo dahulu, bisa kami terima full. Tentunya bukan karena ada bantuan dari pemerintah, tapi karena adanya kesungguhan dan kebijaksanaan dari Managemen untuk mengelola keuangan yg ada sehingga mampu menggaji karyawan. Terima kasih, pak.

Namun, alangkah terkejutnya kami ketika mendengar kabar bahwa Bapak Harry kemudian harus meninggalkan PT IKI karena tugas yang tak kalah pentingnya di tempat lain. Terus terang ada rasa gelisah sedih, dan terpukul dalam hati kami. Secepat itu sajakah kebersamaan kita? Sementara masih banyak benang kusut yang harus diluruskan di PT IKI. Kami semua masih menginginkan sentuhan tangan beliau. Kami merasa masih rapuh untuk ditinggalkan. Tapi kami pun tidak berdaya menahan kepergian Bapak, tentunya demi tugas & karir bapak.

Kita semua harus tetap semangat dan tidak boleh patah arang, Direksi yang masih bertugas masih mendukung dan akan melanjutkan tugas yang tinggalkan oleh Bapak Harry.
Pak Bandung, Pak Ahril, & Pak Larope adalah orang2 yang brillian yang diberikan kepercayaan oleh menteri BUMN untuk mengelola PT IKI lebih baik lagi. Kami semua mendukung kebijakan Bapak Direksi.

Akhirnya kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama kebersamaan kita selama 8 bulan terjadi banyak tumpahan air mata, kesedihan & kesalahan, namun kami sadar bahwa semua itu adalah proses untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Selamat jalan Bapak Fajar Harry Sampurno Kuffal, selamat bertugas di tempat yang baru. Banyak hal positif serta kesan yang begitu mendalam yang telah Bapak berikan selama bertugas di PT IKI. Saya yakin semua hal tersebut akan semakin mempererat tali persaudaraan diantara kita, meskipun tidak bertugas di PT IKI lagi, teriring doa serta harapan semoga Allah, SWT senantiasa melimpahkan rahmat serta perlindungannya kepada Bapak dan keluarga. Tentunya kami semua tidak akan pernah melupakan jasa Bapak dan kami harap supportnya selalu.

EWAKO BAPAK HARRY SAMPURNO !

Dan kepada Bapak Bandung Bismono, kami menyampaikan selamat melanjutkan perbaikan di PT IKI. Kami semua percaya bahwa dengan kemampuan dan pengalaman yang bapak miliki, mampu membangun kembali PT IKI maju & berhasil. Kapasitas Bapak sangat kami puji & kami banggakan.
Selamat bertugas Pak Bandung, saya juga ingin menyampaikan

EWAKO BAPAK BANDUNG !

Demikianlah kesan dan pesan yang dapat Saya sampaikan dalam acara Pisah Sambut ini. Mari kita mulai babakan baru ini dengan semangat yang baru pula dalam membangun PT IKI yang kita cintai, dengan senantiasa memohon dan berharap kepada Allah, SWT, agar setiap karya dan bhakti yang kita lakukan senantiasa mendapat ridho dan petunjuk-Nya. Amin. Sekian dan Terima Kasih Wassalamualaikum Wr. Wb


Setelah membacakan pesan & kesan tersebut, beliau bangkit dari tempat duduk dan memeluk saya erat. Tetap dalam hati, saya tetap sedih karena itu adalah pelukan perpisahan.



 Foto bersama beliau saat pameran pembangunan di CCC


Bersama teman-teman TIM Mina Jaya saat akan melakukan Inventarisasi KM Mina Jaya

Saat membawakan Pesan & Kesan dalam acara Pisah Sambut Direksi



Saat jalan santai bersama teman karyawati PT IKI di Jl Tanjung Bunga