Ternyata ada 2 sistem penanggalan yang familiar bagi kita.
Pertama, Penanggalan Kalender Masehi. Penanggalan ini yang kita gunakan sehari-hari dan berlaku secara internasional di mana sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Pada penanggalan kalender Masehi ini, kita mengenal 12 bulan, yaitu :
1. Januari
2. Februari
3. Maret
4. April
5. Mei
6. Juni
7. Juli
8. Agustus
9. September
10. Oktober
11. November
12. Desember
Kedua, penanggalan kalender Hijriah. Sistem penanggalan ini yang digunakan oleh umat Islam di mana sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Pada sistem penanggalan ini pun terdapat 12 bulan, yaitu :
- Muharram
- Safar
- Rabiul awal
- Rabiul akhir
- Jumadil awal
- Jumadil akhir
- Rajab
- Sya'ban
- Ramadhan
- Syawal
- Dzulkaidah
- Dzulhijjah
al-Ahad (Minggu)
al-Itsnayn (Senin)
ats-Tsalaatsa' (Selasa)
al-Arba'aa / ar-Raabi' (Rabu)
al-Khamsatun (Kamis)
al-Jumu'ah (Jumat)
as-Sabat (Sabtu)
Dari kedua sistem penanggalan tersebut, dapatkah kita katakan keduanya benar atau salah satunya pasti yang benar? Kalau menurut saya, pasti salah satunya yang benar karena bulan, bumi, & matahari hanya satu sehingga perhitungan waktu yang paling tepat pasti hanya satu di antara sekian sistem penanggalan yang ada.
Sebagai seorang muslimah, saya tertarik untuk lebih mengenal sistem kalender hijriah karena saya yakin Islam adalah agama yang sempurna sehingga segala sesuatu yang diajarkan di dalamnya pastilah sebuah kebenaran.
Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala:
Subhanallah....
Ternyata dalam kitab suci Al Quran pun telah dijelaskan tentang penentuan waktu ini.Ya iyalah, secara Allah SWT lah yang menciptakan semuanya dan mengatur alam semesta beserta isinya.
Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.
Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).
Kalender
Hijriah, menggunakan patokan peredaran bulan sebagai perhitungannya.
Sehingga kalender Hijriah juga bisa disebut sebagai kalender Qomariah
(bulan). Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan patokan
peredaran bumi mengelilingi matahari. Kalender Masehi juga dapat disebut
kalender Syamsiyah (matahari).
• Penentuan kapan dimulai tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak Zaman Pra-Islam dan sistem ini direvisi pada tahun ke 9 proide Madinah.
• Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenalan sistem kalender berbasis campuran antara Bulan(Komariah) maupun Matahari ( Syamsiyah).
• Pada waktu itu, sebelum dikenan penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Nabi Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah”, karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka’bah di Mekah oleh pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman ( Salah satu propinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia)
• Pada era Nabi Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-taubah, yang melarang menambahkan hari pada sistem penanggalan. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya tahun1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Nabi Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam, Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.
• Akhirnya pada tahun 638 M(17 H), Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan(interkalasi) dalam priode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tangal 16 juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang mengunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar