Dengan status sudah menikah, punya anak 1, lulusan teknik perkapalan, tidak luas lapangan pekerjaan yang bisa saya jangkau. Saya pun tidak berani bermimpi untuk "merantau" keluar Makassar seperti kebanyakan teman-teman saya satu alumni.
Bulan Mei 2004, saya diterima kerja di PT IKI. Sebuah perusahaan galangan kapal plat merah milik BUMN. Pertama kali di tempatkan di Bagian Pemasaran Unit Galangan Makassar. Saya banyak bertemu alumni Teknik Perkapalan tahun 80 an. Saya menjadi salah satu yang temuda di kantor ini. Tempat kerja yang nyaman, tidak ada tekanan, dan karyawan/ti ramah seperti keluarga sendiri.
Bulan pertama menjadi saat-saat adaptasi mengenal dunia kerja, bersosialisasi dengan banyak orang yang berhubungan dengan dunia kerja. Jumlah Karyawan 200 orang ditambah subkontraktor yang jumlahnya tidak sedikit.
Sampai pada akhir bulan menjelang saat-saat gajian. Saya sempat bertanya pada salah seorang teman tanggal berapa bisanya gajian? Tapi jawaban yang saya terima cukup mengejutkan "kalau ada uang". Nah lhoooo....
Akhirnya tanggal 1 pun tiba, tidak ada aktifitas gajian seperti yang saya bayangkan, dan tidak ada yang gelisah seperti saya. Ada apa ini? Sepertinya semua sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Baru saya tahu setelah pasang kuping sana sini & menggunakan ilmu analisa sendiri untuk menyimpulkan, bahwa ternyata kantor ini harus kerja keras, bahkan sangat keras untuk dapat menggaji karyawannya. Tidak jelas gajian tanggal berapa, pun kalau terima gaji kadang harus dicicil. Masya Allah.
Suami saya hanya senyum-senyum ketika saya curhat setiba di rumah. "Sudahlah mam, jalani saja dulu. Hitung-hitung dapat pengalaman kerja" katanya tetap mensupport. Saya jadi malu menceritakannya pada adik dan mammi saya. Apa kata dunia??? Jadi saya tetap mentraktir mereka ketika mereka anggap saya sudah terima gaji pertama hehehe.
Waktu pun terus berlalu dengan kondisi yang semakin memburuk ternyata, dan anehnya saya jadi terbiasa dengan dengan keadaan ini. Mungkin begitulah juga teman-teman yang lain waktu saya bingung dengan sikap mereka. Akhirnya terbiasa, tidak punya daya untuk melakukan perubahan karena kondisi industri maritim di Indonesia memang sedang terpuruk. Tidak ada order pembangunan kapal baru, sehingga praktis pemasukan perusahaan hanya mengandalkan reparasi kapal dan perbengkelan. Sementara main bisnis perusahaan ini adalah Shipbuilding.
Kalau tahu begitu, kenapa karyawan di sini banyak sekali? Ternyata dulunya ada proyek besar pengadaan Kapal Ikan Mina Jaya yang jumlahnya puluhan kapal, kerjasama dengan Spanyol dan pembiayaan PANN Multi Finenace sehingga ada perekrutan besar-besaran. Tapi sayangnya proyek ini kandas diterpa badai krisis moneter tahun 1997 dan meninggalkan pilu di hati karyawan/ti. Pelan-pelan kegiatan produksi semakin menurun diikuti dengan kondisi keuangan perusahaan yang terus merosot.
Tidak banyak yang bisa kami lakukan selain bertahan hidup. Kisah-kisah pilu derita karyawan pun dimulai. Ada yang harus rela ditinggal istri karena ekonomi keluarga carut marut, ada yang harus bolak balik menghadap kepala sekolah anaknya untuk meminta kebijakan pembayaran sekolah, ada yang harus main "petak umpet" dengan penagih kredit atau debt collector, bahkan tidak sedikit yang harus menangis ketika ada anggota keluarganya yang sakit dan butuh perawatan di rumah sakit.
Sungguh masa-masa yang sulit, tapi kondisi ini terus menumbuhkan rasa persaudaraan yang tinggi di antara kami sehingga setiap duka menjadi duka bersama. Dewan Direksi pun tidak henti-hentinya berusaha dan meminta bantuan untuk menyelamatkan perusahaan ini.
Beberapa karyawan terpaksa keluar atau mengundurkan diri dari kantor untuk mencari kehidupan yang lebih baik karena kondisi ini belum pasti dimana ujungnya sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Tentu tidak sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan di galangan lain ataupun menjadi konsultan independen dengan bekal pengalaman kerja di PT IKI selama puluhan tahun.
Sampai pada akhir 2011, sepertinya menjadi puncak penderitaan. Management terpaksa mengambil kebijakan untuk meliburkan atau merumahkan karyawan selama hampir 1 bulan. Tidak ada alasan yang jelas dan tidak ada lagi kekuatan untuk bertanya kenapa??? Semua pasrah menerima dan mencoba mencari jalan keluar sendiri sendiri untuk tetap bisa bertahan hidup.
Di rumah ketika saya menjalani "libur panjang" ini, tiba-tiba telepon berdering. Dari seorang teman yang mengabarkan bahwa Menteri BUMN yang baru Bapak Dahlan Iskan merombak Dewan Direksi PT IKI. Terpilih :
1. Bapak Harry Sampurno Kuffal sebagai Direktur Utama menggantikan Bapak Abdul Rakhman Caing.
2. Bapak S.A Bandung Bismono sebagai Direktur Pemasaran dan Perencanaan Proyek menggantikan Bapak Hasanuddin B Nur.
3. Bapak Ahril Abdullah sebagai Direktur Teknik menggantikan Bapak Laode Asmar Parsan.
4. dan Bapak Aurelius Larope tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan.
Maka beredarlah kabar ini melalui sms, bbm, facebook dll di antara teman-teman. Rasa penasaran pun muncul, bagaimanakah sosok dewan direksi bentukan Bapak Dahlan Iskan ini? Mampukah mereka membawa perubahan di PT IKI? Langkah-langkah seperti apa yang akan mereka ambil? Akankah ada PHK? Beribu tanda tanya inilah yang akhirnya memaksa kami kembali menginjakkan kaki di kantor meskipun dalam status "Diliburkan".
Akhirnya kesempatan untuk melihat langsung direksi baru pun terwujud. Yang menarik perhatian adalah Bapak Harry yang menjadi Dirut, beliau masih muda, penuh semangat, dan punya wajah putih bersih. Sesekali tersenyum menandakan keramahan & ketulusannya.
Tapi masih ada ragu-ragu dalam hati kami, mampukah beliau? Masih muda lhooo. Kemudian langkah-langkah yang beliau tempuh tidak luput dari perhatian saya. Beberapa akan saya coba tuliskan, bukan sebagai pengamat atau sebagai ahli, tapi hanya sebagai staf biasa yang bisa memantau kulit luarnya saja. Yang beliau lakukan tentu lebih hebat dari apa yang bisa saya tuliskan.
Langkah awal, menghidupkan kembali budaya disiplin kerja yang sudah lama ditinggalkan karyawan. Datang dan pulang kantor sesuai waktu yang sudah ditentukan. Bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi. Tidak ada yang keberatan, karena peraturan ini berlaku mulai dari pejabat sampai staff, tidak ada yang diistimewakan.
Kedua, beliau mengumpulkan aspirasi, masukan, keluhan, dan semua pendapat dari seluruh karyawan, tidak terkecuali dari golongan akar rumput. Baik itu melalui forum Duduk Bersama Berbagi Ilmu (DBBI) maupun berbincang langsung dengan karyawan. Mungkin inilah yang jadi pertimbangan beliau untuk melakukan mutasi, perbaikan management & membawa semua divisi berjalan pada koridornya masing-masing. Tidak ada lagi kepentingan lain selain untuk membenahi PT IKI.
Ketiga, mendandani PT IKI. Tercipta kegiatan jumat bersih dimana seluruh karyawan bahkan beliau sendiri terlibat dalam "mempercantik" halaman kantor & halaman produksi. Rumput yang sekian lama hidup bebas menjalar sesuka hati di halaman kantor & produksi dibabat habis. Sampah yang awalnya terbiasa nangkring dimana-mana pun dienyahkan. Bahkan parkiran kendaraan di areal kantor pun jadi tertata rapi. Sungguh elok kelihatan. Perubahan yang tercipta dari gotong royong, yang membawa semangat baru bagi karyawan. Di sini pula tercipta yel-yel yang selalu menyemangati karyawan "PT IKI PASTI BANGKIT!!!".
Keempat, membuka tabir PT IKI yang selama ini tidak dikenal orang. Mencoba menggalang kerja sama beberapa pihak dalam hubungan bisnis yang sehat. Entah karena melihat kondisi PT IKI sekarang yang lebih baik, management perusahaan yang lebih terarah, penawaran kerja sama datang dari berbagai arah. Namun yang pasti, tangan Tuhan lah sebenarnya yang bicara. Inilah hasil dari doa-doa panjang & kesabaran karyawan. Setelah melalui derita panjang, tentu terasa sangat nikmat keadaan ini. Tidak henti-hentinya rasa syukur dipanjatkan.
Kelima, inilah yang paling diharapkan dan ditunggu-tunggu karyawan, gajian. Tidak ada janji-janji akan dibayarkan atau tidak dari beliau tentu membuat kami berharap-harap cemas. Tapi alangkah indahnya ketika ternyata diserahkan gaji sebulan penuh, yang biasanya dicicil, entah kapan dibayar, sekarang tepat tanggal 1 awal bulan sudah ada di tangan. Alhamdulillah. Selanjutnya gaji dialihkan melalui Bank BRI & tiap-tiap karyawan memiliki rekening sendiri. Banyak kisah lucu dibalik pembukaan rekening ini karena ternyata ada beberapa yang belum paham menggunakan kartu ATM. Ada yang tertelan kartunya karena beberapa kali salah memasukkan PIN, ada yang istrinya marah-marah karena minta uang bukan kartu & tidak mengerti cara menggunakannya, dan lain-lain. Tapi sekarang semua sudah mahir kayaknya hehehe. Sebagai mitra kerja sama, BRI menyediakan ID Card kepada masing-masing karyawan. Inilah yang menjadi identitas bagi kami yang selama ini tidak pernah digunakan lagi.
Keenam, konsisten dalam setiap perbuatan dan keputusan yang diambil. Saya yakin semua keputusan yang dibuat pasti sudah dipikirkan matang-matang dampaknya sehingga nyaris tidak ada revisi.. Semua jelas dan tegas. Kadang terkesan arogan, tapi disinilah titik awal beliau disegani, sebagai pemimpin yang tegas, konsisten, dan berpihak pada kebenaran.
Bapak Dahlan Iskan pun beberapa kali melakukan kunjungan ke PT IKI. Pernah beliau datang di subuh hari ketika karyawan belum ada di kantor. Berjalan mengitari lapangan produksi & memuji kondisi PT IKI yang sudah banyak berubah. Lebih cantik tentunya.
Setelah delapan bulan kebersamaan dengan direksi baru tentu ikatan emosional juga semakin erat. Apalagi semua dapat perlakuan adil. Tidak ada satu pun kesuksesan yang luput dari pujian & tidak satu pun kesalahan yang bisa lepas dari sanksi. Meskipun ada riak-riak kecil, tapi semua bisa diatasi dengan musyawarah dan kekeluargaan.
Sayang sekali, ketika tiba-tiba ada kabar bahwa Bapak Harry Sampurno Kuffal harus meninggalkan PT IKI dan mendapat tugas baru sebagai direktur utama di PT Dahana. Seakan-akan Tuhan akan mencabut nyawa PT IKI, derai air mata & kesedihan karyawan sangat mendalam yang sudah terlanjur "jatuh cinta" pada pimpinannya. Mengapa secepat itu? kami masih butuh tangan hangat beliau untuk membelai PT IKI.
Kalau biasanya saya sering kesal kalau diminta tampil di depan umum untuk mejadi protokol dsb, kali ini saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk membacakan kesan dan pesan dari karyawan pada acara pisah sambut Direksi. Teks yang diberikan bagian Humas, mohon maaf saya rombak sedemikian rupa jadi mirip curahan hati saya. Kapan lagi saya punya kesempatan indah ini untuk mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah beliau lakukan untuk PT IKI.
Begini naskah pesan & kesan yang saya sampaikan :
Assalamu
Alaikum Wr. Wb.
Selamat sore dan salam sejatera.
Yang kami hormati, Bapak Komisaris PT
IKI
Yang kami muliakan Bapak Direksi PT
IKI
Yang kami banggakan Bapak Fajar Harry
Sampurno Kuffal & Nyonya
Seluruh karyawan karyawati, Bapak2
& Ibu2 yang sempat hadir dalam acara ini.
Hadirin yang berbahagia,
Sungguh tidak terasa waktu berlalu
begitu cepat. Sudah 8 bulan kebersamaan kita dinakhodai oleh jajaran Direksi
baru. Begitu banyak pengalaman, pelajaran dan pengetahuan yang telah kami
dapatkan. Semuanya itu sangat berguna bagi kami.
Kini,
akhirnya hari perpisahan itu tiba. Meskipun kami sadari bahwa. pelaksanaan
pergantian direksi pada suatu lembaga BUMN adalah sudah merupakan hal yang
lumrah dan merupakan realisasi dari kebijaksanaan pemerintah, namun rasa sedih
& haru pasti tetap mewarnai hati kami selaku karyawan/ti PT IKI dalam acara
pisah sambut Direksi kali ini.
Bagaimana
tidak, pertama kali Bpk F. Harry Sampurno Kuffal selaku Dirut menginjakkan kaki
di PT IKI, yang ditemui di sini adalah karyawan/ti yg sdh hampir putus harapan,
tidak semangat kerja, tidak percaya diri, bahkan nyaris tidak yakin bahwa PT
IKI akan bangkit.
Mungkin
Bpk Dirut bisa merasakan tatapan & sikap kami waktu pertama kali ke PT IKI,
sinis & acuh tak acuh. Bahkan beberapa di antara kami mencibir dan kurang
yakin bahwa Bapak yg Nampak masih muda & sangat enerjik bisa menstabilkan
PT IKI yg sudah oleng tanpa membawa bantuan dana dari pemerintah.
Tapi
betapa kami salut bahwa sikap kami itu ditanggapi dengan ramah, senyuman, dan
kelembutan dari Bapak. Tidak banyak bicara tapi banyak bertindak. & yg
paling kami hargai adalah sikap konsisten Bapak dalam segala kebijakan positif
yg diambil sehingga kami malu hati sendiri. Dorongan semangat, kerja sama,
sikap peduli sungguh menciptakan kembali rasa memiliki PT IKI dalam hati kami.
Dan
terlebih lagi, sejak kedatangan Bapak, gaji yang sebelumnya kami terima
setengah-setengah bahkan kadang harus melalui aksi-aksi demo dahulu, bisa kami
terima full. Tentunya bukan karena ada bantuan dari pemerintah, tapi karena
adanya kesungguhan dan kebijaksanaan dari Managemen untuk mengelola keuangan yg
ada sehingga mampu menggaji karyawan. Terima kasih, pak.
Namun,
alangkah terkejutnya kami ketika mendengar kabar bahwa Bapak Harry kemudian
harus meninggalkan PT IKI karena tugas yang tak kalah pentingnya di tempat
lain. Terus terang ada rasa gelisah sedih, dan terpukul dalam hati kami.
Secepat itu sajakah kebersamaan kita? Sementara masih banyak benang kusut yang
harus diluruskan di PT IKI. Kami semua masih menginginkan sentuhan tangan
beliau. Kami merasa masih rapuh untuk ditinggalkan. Tapi kami pun tidak berdaya
menahan kepergian Bapak, tentunya demi tugas & karir bapak.
Kita
semua harus tetap semangat dan tidak boleh patah arang, Direksi yang masih
bertugas masih mendukung dan akan melanjutkan tugas yang tinggalkan oleh Bapak
Harry.
Pak
Bandung, Pak Ahril, & Pak Larope adalah orang2 yang brillian yang diberikan
kepercayaan oleh menteri BUMN untuk mengelola PT IKI lebih baik lagi. Kami
semua mendukung kebijakan Bapak Direksi.
Akhirnya
kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama kebersamaan
kita selama 8 bulan terjadi banyak tumpahan air mata, kesedihan &
kesalahan, namun kami sadar bahwa semua itu adalah proses untuk menjadi lebih
baik lagi kedepannya.
Selamat
jalan Bapak Fajar Harry Sampurno Kuffal, selamat bertugas di tempat yang baru. Banyak
hal positif serta kesan yang begitu mendalam yang telah Bapak berikan selama
bertugas di PT IKI. Saya yakin semua hal tersebut akan semakin mempererat tali
persaudaraan diantara kita, meskipun tidak bertugas di PT IKI lagi, teriring
doa serta harapan semoga Allah, SWT senantiasa melimpahkan rahmat serta
perlindungannya kepada Bapak dan keluarga. Tentunya kami semua tidak akan
pernah melupakan jasa Bapak dan kami harap supportnya selalu.
EWAKO
BAPAK HARRY SAMPURNO !
Dan
kepada Bapak Bandung Bismono, kami menyampaikan selamat melanjutkan perbaikan
di PT IKI. Kami semua percaya bahwa dengan kemampuan dan pengalaman yang bapak
miliki, mampu membangun kembali PT IKI maju & berhasil. Kapasitas Bapak
sangat kami puji & kami banggakan.
Selamat
bertugas Pak Bandung, saya juga ingin menyampaikan
EWAKO
BAPAK BANDUNG !
Demikianlah kesan dan pesan yang dapat Saya sampaikan dalam acara Pisah Sambut ini. Mari kita mulai babakan baru ini dengan semangat yang baru pula dalam membangun PT IKI yang kita cintai, dengan senantiasa memohon dan berharap kepada Allah, SWT, agar setiap karya dan bhakti yang kita lakukan senantiasa mendapat ridho dan petunjuk-Nya. Amin. Sekian dan Terima Kasih Wassalamualaikum Wr. Wb
Setelah membacakan pesan & kesan tersebut, beliau bangkit dari tempat duduk dan memeluk saya erat. Tetap dalam hati, saya tetap sedih karena itu adalah pelukan perpisahan.
Bersama teman-teman TIM Mina Jaya saat akan melakukan Inventarisasi KM Mina Jaya
Saat membawakan Pesan & Kesan dalam acara Pisah Sambut Direksi
Saat jalan santai bersama teman karyawati PT IKI di Jl Tanjung Bunga



Tidak ada komentar:
Posting Komentar