Masih dalam rangka golden week di Jepang, tanggal 6 Mei 2013, saya, suami, dan Dandy jalan-jalan ke Niihama untuk mengunjungi Planetarium yang ada di sana. Mau ikut??? Yuuuukkk.....
Ehime Prefectural Science Museum berada di Niihama. Niihama berada di wilayah utara Shikoku, di bagian timur prefektur Ehime, Jepang. Niihama diselimuti oleh pegunungan di selatan dan timur, bukit-bukit di barat, dan Laut Pedalaman Seto di utara. Transportasi yang kami gunakan adalah kereta express. Dari Matsuyama JR Stasion, butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk tiba di Niihama. Oh iya, sebelum naik kereta jangan lupa beli tiket kereta di dalam stasion.
Karena saya lupa foto, saya copy foto punya orang saja ya, semoga tidak marah hehehe
Begitu penampakan mesin tempat beli tiket kereta. Bagaimana cara penggunaannya? Wah, maaf saya juga tidak tahu karena suami saya yang beli. Itupun dia harus minta tolong petugas stasiun karena masih bingung.
Tapi jangan takut untuk bertanya, di Jepang dijamin tidak ada yang bakal memberi informasi abal-abal, mereka akan berusaha memberikan informasi selengkap-lengkapnya, kalau perlu sampai diantar deh. Baik sekali ya. Iya, dan tanpa pamrih.
Setelah membeli tiket kereta, saatnya antri di tempat yang sudah ditentukan di tiket. Jangan salah ya, bisa nyasar ke tempat lain lohh. Dan jangan telat apalagi lelet karena kereta di Jepang sangat tepat waktu.
Dandy bukannya ikut antri malah asyik foto-foto dengan maskot stasiun kereta
Penampakan bagian depan keretanya seperti ini.
Badan keretanya sepanjang ini. Kereta ini khusus untuk melayani rute antar kota atau antar kabupaten.
Setelah keretanya tiba di depan mata, langsung naik ya, trus cari tempat duduk yang nyaman. Kursinya bisa diputar, jadi kalau berempat atau bertiga kayak rombongan saya bisa duduk berhadap-hadapan. Ini foto-foto kami di atas kereta
Keretanya melaju dengan cepat. Terus terang saya agak mual, apalagi belum sempat sarapan tadi pagi. Maklum, di Makassar tidak ada kereta api. Tapi lama-lama jadi terbiasa juga dan bisa menikmati pemandangan di luar.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya tiba di stasiun kereta Niihama sekitar pukul 12 siang. Stasiun keretanya seperti ini, tapi ini foto waktu pulang soalnya tidak sempat foto pas tiba hehehe
Kami dijemput teman suami saya yang juga berasal dari Makassar. Dia melanjutkan study D3 Teknik Material di sini setelah lulus dari SMA Unggulan Tinggi Moncong Malino. Pantas masih muda hehehe
Kami diajak ke rumah temannya dulu untuk makan siang. Okelah, kebetulan sudah lapar nih. Tiba di rumah temannya yang ternyata orang Jepang, kami disambut dengan ramah dan hangat. Seperti biasa, foto-foto dulu ahh sebelum makan siang
Hada san, terima kashi ya atas jamuan makan siangnya. Biarpun baru kenal, tapi mereka sangat baik dan ramah. Senang deh bisa berkenalan dengan anda dan kawan-kawan. Terima kasih juga untuk souvenirnya.
Waktunya pamit menuju Ehime Prefectural Science Museum. Sayonaraaa
Akhirnya tiba juga di Ehime Prefectural Science Museum sekitar pukul 3 sore
Dari brosur dan web Japan Atlas, saya dapatkan informasi bahwa Ehime Prefektur Science Museum ini dibuka pada bulan November 1994. Lima bangunan di kompleks yang luas yang dirancang oleh arsitek Jepang yang terkenal di dunia, Kisho Kurokawa. Komplek ini terdiri dari ruang masuk berbentuk kerucut yang melambangkan mekanisme alam dan manusia mengejar ilmu pikiran, ruang pameran kubik, dua bangunan berbentuk bulan sabit yang restoran rumah dan ruang belajar masing-masing, dan planetarium hemispherical. Bangunan-bangunan ditandai dengan bentuk geometris yang berbeda dan dinding eksterior mereka terbuat dari bahan yang berbeda menciptakan suasana semi-futuristik.
Museum ini menawarkan sebuah planetarium dengan diameter 30 meter (98 kaki) yang merupakan terbesar di dunia, dan lebih dari 25.000 bintang dapat diproyeksikan ke layar kubah besar planetarium ini untuk dinikmati pengunjung dengan kapasitas 300 kursi.
Wahh...hebat ya.
Tapi sebelum menikmati indahnya bintang-bintang & jagad raya, yuk jalan-jalan mengitari museumnya dulu. Di sana ada penjelasan tentang awal mula terbentuknya bumi, bagaimana planet-planet mengitari matahari, bagaimana awal mula manusia mempelajari penanggalan, dan lain sebagainya. Pokoknya, yang haus ilmu pengetahuan alam, dijamin puas deh berkeliling museum ini.
Setelah puas mengitari setiap sudut museum, waktunya ke Planetarium. Melintasi jalan melingkar ini menuju ke puncak.
Memasuki planetarium serasa masuk ke bioskop. Tapi ruangannya berbentuk lingkaran dan tidak ada layar lebar seperti di bioskop.
Kami memilih tempat duduk dan siap menikmati pertunjukan.
Ruangan lalu menjadi gelap gulita dan tampil dilayar aturan untuk tidak mengambil gambar, merekam, dan merokok selama pertunjukan berlangsung. Ups!!, tau aja kalau saya sudah siap-siap dengan kamera. Terpaksa urung niat mengambil gambar, maaf ya...
Kursi yang saya duduki direbahkan seperti posisi setengah berbaring sehingga pandangan otomastis terarah ke atas langit-langit ruangan yang gelap gulita. Tiba-tiba jutaan bintang berkelap kelip di atas sana, persis ketika malam hari ketika kita melihat ke langit luas. Perlahan-lahan, tubuh saya serasa diangkat semakin dekat dengan bintang-bintang itu sambil mendengarkan penjelasan tentang rasi-rasi bintang yang kami lalui. Melalui planet-planet dan seakan bertamasya mengikuti rotasinya mengelilingi matahari. Betul-betul serasa nyata menikmati rasanya terbang ke luar angkasa.
Setelah itu, perlahan-lahan kami seolah-olah diantarkan kembali ke bumi, melintasi awan-awan putih dan melihat laut dan benua yang ada di bumi yang kami tuju. Semakin dekat...semakin dekat...dan akhirnya kami tiba di sebuah daerah pegunungan yang sejuk. Di sebelahnya ada sungai dan burung-burung di alam bebas.
"Di sinilah bumi, tempat kita tinggal. Mari kita menjaga lingkungan dan kelestarian alam agar udara sejuk ini dapat terus kita hirup"
Begitu kurang lebih kata-kata yang diucapkan pemandu, sekaligus menutup pertunjukan ini.
Lampu-lampu pun kembali menyala dan kami secara tertib meninggalkan ruangan planetarium dengan penuh rasa senang yang tak terkatakan. Fresh juga rasanya setelah mengelilingi jagad raya, meskipun hanya dalam planetarium.
Sekarang saatnya pulang, bis terakhir ke stasiun 10 menit lagi tiba.....
Bye Bye.....Sayonara, terima kasih buat Alex & kawan-kawannya yang menemani kami menikmati hari berkesan ini. Unforgetable moment.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar