Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, tepatnya tahun 1434 H, versi pemerintah jatuh pada tanggal 10 Juli 2013. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali terjadi perbedaan pendapat antara para ulama & pemuka agama tentang awal Ramadhan. Ada yang meyakini awal bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 8 juli, 9 juli, ada juga yang dengan mantap mengatakan bahwa hilal belum terlihat sampai tanggal 9 juli petang atau belum mencapai ketinggian 2 derajat sehingga awal Ramadhan jatuh pada tanggal 10 juli.
Sebagai masyarakat awam, tentu hal ini membuat saya bingung, mau ikut yang mana? Semua punya alasan dan dasar tentang penentuan awal Ramadhan yang artinya menjadi awal puasa yang hukumnya wajib bagi ummat muslim. Akhirnya saya memutuskan ikut keputusan pemerintah saja, toh kita dihimbau untuk ikut ulil amri kan? Lagi pula, dengan peralatan dan kemampuan yang lebih canggih yang dimiliki pemerintah saat ini tentu lebih mudah untuk melihat datangnya bulan baru. Walaupun semua merasa benar dalam penentuan awal Ramadhan, yang jelas saya merindukan saat-saat semua ummat muslim di Indonesia bisa 1 kata dalam penentuan awal Ramadhan. Kapan ya???
Tidak seperti Ramadhan tahun-tahun kemarin, kali ini jelas terasa berbeda karena saya tidak bisa menjalankan ibadah puasa bersama suami tercinta yang sedang study di Jepang. Meski demikian, karena perbedaan waktu Matsuyama Makassar hanya selisih 1 jam, masih memungkinkan saya & suami saling mengingatkan untuk bangun sahur melalui Whatsapp atau Line, dan share menu buka puasa di sore hari. Maaf ya, kadang saya bikin ngiler karena menu buka puasa di Makassar pastinya penuh dengan makanan khas kesukaan suami seperti pisang ijo, es teler, es buah, kolak pisang, pallu butung plus sirop DHT nya yang pasti tidak ada di Matsuyama hehehe....
Minggu pertama Ramadhan, saya & anak-anak berusaha untuk selalu shalat isya & tarawih berjamaah di mesjid. Mesjid Komp IDI yang megah, bersih dan nyaman membuat jemaah selalu betah menjalankan ibadah shalat di sana. Sayang sekali suasana khidmat ini sering terganggu dengan suara petasan yang dinyalakan anak-anak di dekat mesjid. Saya prihatin melihat generasi muda bangsa ini, di saat orang-orang berlomba-lomba beribadah, mereka malah asyik main petasan & mengganggu orang yang sedang ibadah. Tidak bisakah hal ini ditertibkan oleh aparat? Masa mereka tidak mendengar suara-suara petasan itu? Hmmm, Entahlah....
Minggu kedua Ramadhan, Davia tetap kuat puasa, Dandy sudah mulai loyoooo.... Saya tidak bisa memaksanya untuk terus puasa mengingat umurnya baru 6 tahun, kan masih latihan puasa. Apalagi mereka sudah mulai masuk sekolah, oh iya saat ini adalah tahun ajaran baru di mana Davia naik kelas 6 SD dan Dandy baru masuk kelas 1 SD, tentu berbeda ketika masih libur awal puasa di mana mereka bisa istirahat saja di rumah. Mulai terasa capeknya karena jam pulang kantor yang sedikiiiiiit saja kurangnya. Kalau biasanya pulang kantor jam 17.00, sekarang selama Ramadhan berubah jam 16.30. Mana sempat masak untuk buka puasa kalau begini. Jadi, yaaaa...beli takjil saja deh sepulang kantor. Tapi Dandy masih semangat ke mesjid untuk shalat isya & tarawih. Kayaknya semangatnya karena di sana banyak teman-temannya untuk main, bukannya untuk shalat. Beberapa kali saya coba nasehati untuk tetap tenang di dalam mesjid agar tidak mengganggu orang yang sedang shalat, tapi namanya anak-anak ketemu teman-temannya, jadinya ya lari-lari & main saja terus...Hufftt !
Minggu ini, saya coba jalan-jalan ke Mall Karebosi Link, siapa tau dapat baju baru dengan harga masih terjangkau dan belum sesak dengan orang-orang seperti saat menjelang lebaran. Tau kan, menjelang lebaran toko-toko suka pasang harga selangit apalagi baru-baru ini BBM naik. Mau ga beli baju baru rasanya ga sah gitu deh lebarannya hehehe, "kayak anak-anak saja" kata suami saya. Akhirnya saya dapat juga, yang susah itu saat carikan baju buat mammi. Ampuuuuunnnn deh, yang sesuai seleranya harganya serba selangit. Katanya ga usah belikan Mammi baju kalau yang murahan, weleh weleh, ternyata ada yang lebih kekanak-kanakan dari saya hahahaha....Please deh mam, THR belum keluar nih. Akhirnya dapat juga baju yang sesuai "taste" beliau, meskipun terpaksa narik lagi di ATM. Daripada dikutuk jadi batu gara-gara sepotong baju lebaran, gimana doooong???
Memasuki minggu ketiga, Ups! halangan datang, so ga bisa puasa seperti biasa. Maklum, penyakit perempuan yang selalu datang tiap bulan. Ternyata 2 orang temanku di kantor juga lagi dapeettt, jadinya kita sering janjian makan siang sembunyi-sembunyi hehehe. Karena tidak puasa, tidak ke mesjid untuk shalat, kumanfaatkan untuk menjahit gorden. Gorden di rumah kayaknya sudah tidak layak, ada yang robek, dan ada yg sudah kelihatan usang. Setelah membeli kain, saya mulai menjahit yang ternyata kelihatan simple tapi bikin capek juga. Pantas nih kalau tukang jahit kadang minta ongkos jasa kadang lebih mahal dari harga kainnya. Tapi karena kerjaan ini sudah dimulai, jadi harus kuat sampai selesai. Dan akhirnyaaaa, jadi juga gorden buatanku sendiri. Puas dehhh, meskipun keliatan kalo yang jahit masih amatiran, setidaknya bisa irit ongkos jahit hehehe.
Di akhir minggu ketiga, kabar baik datang. THR sudah nangkring di rekening, Alhamdulillah... Saatnya beli bahan kue. Sebenarnya rencana awal hanya mau beli yang jadi saja, tapi rasanya ga pernah cocok di lidah. Ada siihhh yang bagus, tapi muahhhaaaal jg. Kalo kemampuan cuma bisa beli 2 toples, itu sih jatah untuk si Bondeng Davia saja. Mumpung masih "dapet", gorden juga sudah terpasang, yuk kita bikin kue.
Karena mammi yang jadi ketua tim, jadi saya & davia harus ikut instruksinya. Artinya bahan-bahan kue ditimbang pakai gelas coklat, bukan pakai timbangan seperti biasa. Katanya ini cara orang-orang dulu & rasanya juga tidak kalah enak. Ya sudahlah, karena mammi ketua tim jadi kita ikuuuttt saja deh. Pas semua sudah siap, Astagaaaa !!! si mixer tiba-tiba hilang. Sudah dicari di setiap lemari ga dapat-dapat, mana yaaa??? Apa ada yang pinjam tak kembali? Akhirnya, diputuskan untuk beli saja daripada capek carinya. Ini nih, pengeluaran tak terduga hiks..hiks...
Davia dapat bagian mencetak model kue. Karena baru belajar, jadilah model kuenya tidak seragam. Ada yang besar, kecil, sedang, alamat bikin susah ngaturnya nanti di toples nih. Tapi demi menghargai Davia yang mau belajar, lagian kan sudah anak gadis jadi harus pintar, ya sudahlah. Jangan liat modelnya, tapi rasanya doong (angkat jempol) hehehe...
Saya dapat bagian memanggang kue dalam oven dan menyusunnya dalam toples. Lumayan gampang-gampang susah juga, apalagi yang kue coklat itu, susah juga memastikan apa sudah matang atau belum. Akhirnya, selesai juga urusan kue, dan rasanya mantap dehhh meskipun modelnya ga karuan. Tidak sia-sia mammi diangkat jadi ketua tim hehehe....
Memasuki minggu keempat, baru ingat kalau anak-anak belum beli baju lebaran. Harus malam ini (kayak lagu saja), karena minggu depan persiapan mudik lebaran ke Siwa. Besok pasti ga ada waktu karena sudah mulai masuk kerja lagi. Setelah mengingat, menimbang, akhirnya memutuskan untuk belanja baju anak-anak di sebuah toko di Mall Panakukang saja. Selain dekat dari rumah, modelnya juga up to date. Saya cari baju anak yang murah meriah untuk Dandy, yang diskon saja, ehhh, Dandy ga mau. Ternyata dia punya "taste" sendiri dan pas liat harganya, glek... mahal amat untuk sebuah baju anak-anak. Ini nih keturunannya mammi sama persis "taste" belanja bajunya, maunya yang bagus-bagus pas giliran bayarnya lirik ke saya semua hehehe. Davia sedikit nurut jadi tidak susah mendapatkan baju untuknya. Pokoknya buat dia yang penting nyaman dipakai. Good girl !
Tidak terasa waktu sudah lewat pukul 10 malam ketika meninggalkan mall. Capeeeeekkkk deh, tapi anak-anak puas sudah dapat baju lebaran. Tiba di rumah langsung molor semua hehehe...
Hari ini pas tanggal 29 Juli, Papa sudah ada di bandara Internasional Kansai Osaka Jepang, menunggu pesawat yang akan membawanya pulang ke Indonesia. Tidak sabar rasanya bisa berkumpul kembali, merayakan hari raya Idul Fitri bersama. Hati-hati di jalan pa, semoga selamat & sehat sampai di tanah air, doa kami menyertai....jangan lupa oleh-olehnya yaaaa xixixixixi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar